ISLAM ITU NASIHAT
HADITS KE 35
Jarir bin Abdillah berkata, "Saya berbaiat kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk mendengar dan taat, lalu beliau menuntunku untuk mengucapkan, 'semampu saya.' Juga untuk menasihati setiap muslim."
(HR. Bukhari, Kitab: "Hukum-Hukum" (93), Bab: Tata cara pemimpin membaiat rakyatnya (43))
Sumber : Kitab Al-Lu'lu wal Marjan Mutiara Hadits Sahih Bukhari dan Muslim
Seringkali kita berputus asa tatkala mendapatkan kesulitan atau cobaan. Padahal Allah telah memberi janji bahwa di balik kesulitan, pasti ada jalan keluar yang begitu dekat. Dalam surat Alam Nasyroh, Allah Ta’ala berfirman, فَإِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا “Karena sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 5) Ayat ini pun diulang setelah itu, إِنَّ مَعَ الْعُسْرِ يُسْرًا “Sesungguhnya sesudah kesulitan itu ada kemudahan.” (QS. Alam Nasyroh: 6)
Minggu, 23 Juli 2017
Sabtu, 22 Juli 2017
KEUTAMAAN ORANG-ORANG BERIMAN DAN PENDUDUK YAMAN
KEUTAMAAN ORANG-ORANG BERIMAN DAN PENDUDUK YAMAN
HADITS KE 31
Uqbah bin Amru (Abu Mas'ud) berkata, "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menunjukkan tangannya ke arah Yaman dan bersabda: 'Iman itu ada pada penduduk Yaman (7), sedangkan keras hati itu ada pada pengembala yang selalu berada dekat dengan pangkal ekor unta (8) (di lembah-lembah jauh dari pemukiman), yaitu di tempat dua tanduk setan muncul pada suku Rabi'ah dan Mudhar.' "
(HR. Bukhari, Kitab: "Awal penciptaan" (59), Bab: Sebaik-baik harta seorang Muslim adalah kambing yang digembalakan di lereng-lereng bukit (15))
HADITS KE 32
Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Penduduk Yaman datang kepada kalian, hati mereka halus dan lembut. Fikih (pemahaman agama) itu ada pada penduduk Yaman, demikian pula hikmah ada pada penduduk Yaman."
(HR. Bukhari, Kitab: "Peperangan" (64), Bab: Kedatangan Al-Asy'ari dan penduduk Yaman (74))
HADITS KE 33
Abu Hurairah ra meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Induk kekafiran itu di arah timur (Persia), keangkuhan dan kesombongan itu ada pada pemilik kuda dan unta juga pada pengembala dari penduduk gurun, dan ketenangan itu ada pada pemilik kambing."
(HR. Bukhari, Kitab: "Awal penciptaan" (59), Bab: Sebaik-baik harta seorang muslim adalah kambing yang digembalakan di lereng-lereng bukit (15))
HADITS KE 34
Abu Hurairah ra berkata, "Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 'Keangkuhan dan kesombongan ada pada pengembala dari penduduk gurun, sedangkan ketenangan ada pada pemilik kambing. Iman ada pada penduduk Yaman demikian pula hikmah ada pada penduduk Yaman.' "
(HR. Bukhari, Kitab: "Perangai/budi pekerti" (61), Bab: Firman Allah, "Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal." (1))
Catatan:
(7) Sebab, mereka pertama kali orang yang memenuhi seruan Nabi Ibrahim as saat beliau menyerukan haji dan mereka pasrah dengan sukarela. (Al-Kasymiri: Faidhul Bari Syarh Al-Bukhari 5/254)
(8) Mereka tinggal jauh dari perkotaan dalam rangka mengembalakan unta-unta mereka sehingga mereka bodoh terhadap ajaran syariat Islam (Shahih Al-Bukhari Tahqiq Musthafa Dib Al-Bugha 3/1202)
HADITS KE 31
Uqbah bin Amru (Abu Mas'ud) berkata, "Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pernah menunjukkan tangannya ke arah Yaman dan bersabda: 'Iman itu ada pada penduduk Yaman (7), sedangkan keras hati itu ada pada pengembala yang selalu berada dekat dengan pangkal ekor unta (8) (di lembah-lembah jauh dari pemukiman), yaitu di tempat dua tanduk setan muncul pada suku Rabi'ah dan Mudhar.' "
(HR. Bukhari, Kitab: "Awal penciptaan" (59), Bab: Sebaik-baik harta seorang Muslim adalah kambing yang digembalakan di lereng-lereng bukit (15))
HADITS KE 32
Abu Hurairah ra meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Penduduk Yaman datang kepada kalian, hati mereka halus dan lembut. Fikih (pemahaman agama) itu ada pada penduduk Yaman, demikian pula hikmah ada pada penduduk Yaman."
(HR. Bukhari, Kitab: "Peperangan" (64), Bab: Kedatangan Al-Asy'ari dan penduduk Yaman (74))
HADITS KE 33
Abu Hurairah ra meriwayatkan, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Induk kekafiran itu di arah timur (Persia), keangkuhan dan kesombongan itu ada pada pemilik kuda dan unta juga pada pengembala dari penduduk gurun, dan ketenangan itu ada pada pemilik kambing."
(HR. Bukhari, Kitab: "Awal penciptaan" (59), Bab: Sebaik-baik harta seorang muslim adalah kambing yang digembalakan di lereng-lereng bukit (15))
HADITS KE 34
Abu Hurairah ra berkata, "Saya mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: 'Keangkuhan dan kesombongan ada pada pengembala dari penduduk gurun, sedangkan ketenangan ada pada pemilik kambing. Iman ada pada penduduk Yaman demikian pula hikmah ada pada penduduk Yaman.' "
(HR. Bukhari, Kitab: "Perangai/budi pekerti" (61), Bab: Firman Allah, "Hai manusia, sesungguhnya kami menciptakan kamu dari seorang laki-laki dan seorang perempuan dan menjadikan kamu berbangsa-bangsa dan bersuku-suku supaya kamu saling kenal mengenal." (1))
Catatan:
(7) Sebab, mereka pertama kali orang yang memenuhi seruan Nabi Ibrahim as saat beliau menyerukan haji dan mereka pasrah dengan sukarela. (Al-Kasymiri: Faidhul Bari Syarh Al-Bukhari 5/254)
(8) Mereka tinggal jauh dari perkotaan dalam rangka mengembalakan unta-unta mereka sehingga mereka bodoh terhadap ajaran syariat Islam (Shahih Al-Bukhari Tahqiq Musthafa Dib Al-Bugha 3/1202)
Sumber : Kitab Al-Lu'lu wal Marjan Mutiara Hadits Sahih Bukhari dan Muslim
Kamis, 20 Juli 2017
MEMULIAKAN TETANGGA, TAMU DAN BERKATA BAIK ATAU DIAM ADALAH BAGIAN DARI IMAN
MEMULIAKAN TETANGGA, TAMU DAN BERKATA BAIK ATAU DIAM ADALAH BAGIAN DARI IMAN
HADITS KE 29
Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir jangan menyakiti tetangganya. (5) Dan Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir muliakanlah tamunya. (6) Dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir berkatalah yang baik atau diam."
(HR. Bukhari, Kitab: "Adab" (78), Bab: Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah mencela tetangganya (31))
HADITS KE 30
Abu Syuraih Al-Adawi berkata, "Kedua telingaku mendengar dan kedua mataku melihat ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 'Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, muliakanlah tetangganya. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, muliakanlah tamunya dan masa istimewanya.'
Para sahabat bertanya, 'Seperti apa masa istimewanya, wahai Rasulullah?'
Beliau menjawab, 'Satu hari satu malam. Bertamu itu tiga hari, adapun setelahnya maka itu sedekah (kebaikan) baginya. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir berkatalah yang baik atau diam.
(HR. Bukhari, Kitab: "Adab" (78), Bab: Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah mencela tetangganya (31))
Catatan :
(5) Berkaitan dengan para tetangga para ulama mengatakan, "Jika tetangga itu muslim sekaligus kerabat, maka ia memiliki tiga hak, yaitu hak ketetanggaan, hak keislaman, dan hak kekerabatan. Jika Jika ia seorang muslim yang bukan kerabat maka ia mempunyai dua hak, yaitu hak ketetanggaan dan hak keislaman. Dan jika ia seorang kafir yang bukan kerabat maka ia mempunyai satu hak, yaitu hak ketetanggaan." (Imam Nawawi, Syarah Hadits Arba'in).
(6) Di antara bentuk memuliakan tamu adalah menyambutnya dengan baik dan menjamunya. Kewajiban menerima dan menjamu tamu adalah sehari semalam sedang selebihnya hukumnya sunah. Bagi orang yang bertamu dianjurkan agar tidak banyak merepotkan tuan rumah. Bila ia menginap sampai tiga hari, hendaklah ia meminta izin kepada tuan rumah agar tidak menyebabkan tuan rumah sangat terbebani. (Imam Nawawi, Syarah Hadits Arba'in).
Sumber : Kitab Al-Lu'lu wal Marjan Mutiara Hadits Sahih Bukhari dan Muslim
HADITS KE 29
Abu Hurairah Radhiyallahu 'anhu berkata, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir jangan menyakiti tetangganya. (5) Dan Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir muliakanlah tamunya. (6) Dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir berkatalah yang baik atau diam."
(HR. Bukhari, Kitab: "Adab" (78), Bab: Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah mencela tetangganya (31))
HADITS KE 30
Abu Syuraih Al-Adawi berkata, "Kedua telingaku mendengar dan kedua mataku melihat ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, 'Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, muliakanlah tetangganya. Dan barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir, muliakanlah tamunya dan masa istimewanya.'
Para sahabat bertanya, 'Seperti apa masa istimewanya, wahai Rasulullah?'
Beliau menjawab, 'Satu hari satu malam. Bertamu itu tiga hari, adapun setelahnya maka itu sedekah (kebaikan) baginya. Barang siapa beriman kepada Allah dan hari akhir berkatalah yang baik atau diam.
(HR. Bukhari, Kitab: "Adab" (78), Bab: Barang siapa yang beriman kepada Allah dan hari akhir, maka janganlah mencela tetangganya (31))
Catatan :
(5) Berkaitan dengan para tetangga para ulama mengatakan, "Jika tetangga itu muslim sekaligus kerabat, maka ia memiliki tiga hak, yaitu hak ketetanggaan, hak keislaman, dan hak kekerabatan. Jika Jika ia seorang muslim yang bukan kerabat maka ia mempunyai dua hak, yaitu hak ketetanggaan dan hak keislaman. Dan jika ia seorang kafir yang bukan kerabat maka ia mempunyai satu hak, yaitu hak ketetanggaan." (Imam Nawawi, Syarah Hadits Arba'in).
(6) Di antara bentuk memuliakan tamu adalah menyambutnya dengan baik dan menjamunya. Kewajiban menerima dan menjamu tamu adalah sehari semalam sedang selebihnya hukumnya sunah. Bagi orang yang bertamu dianjurkan agar tidak banyak merepotkan tuan rumah. Bila ia menginap sampai tiga hari, hendaklah ia meminta izin kepada tuan rumah agar tidak menyebabkan tuan rumah sangat terbebani. (Imam Nawawi, Syarah Hadits Arba'in).
Sumber : Kitab Al-Lu'lu wal Marjan Mutiara Hadits Sahih Bukhari dan Muslim
Selasa, 18 Juli 2017
MENCINTAI KEBAIKAN UNTUK SAUDARA SEBAGAIMANA MENCINTAINYA UNTUK DIRI SENDIRI ADALAH BAGIAN DARI IMAN
MENCINTAI KEBAIKAN UNTUK SAUDARA SEBAGAIMANA MENCINTAINYA UNTUK DIRI SENDIRI ADALAH BAGIAN DARI IMAN
HADITS KE 28
Anas meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Tidak sempurna iman seseorang dari kalian hingga menyukai untuk saudaranya sebagaimana ia menyukai untuk diri sendiri. (4)"
(HR. Bukhari, Kitab: "Iman" (2), Bab: Termasuk bagian dari iman adalah mencintai saudaranya seperti dirinya sendiri (7))
Catatan :
(4) Artinya perbuatan-perbuatan yang baik (Shahih Al-Bukhari Tahqiq Musthafa Dib Al-Bugha 1/13)
Sumber : Kitab Al-Lu'lu wal Marjan Mutiara Hadits Sahih Bukhari dan Muslim
HADITS KE 28
Anas meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Tidak sempurna iman seseorang dari kalian hingga menyukai untuk saudaranya sebagaimana ia menyukai untuk diri sendiri. (4)"
(HR. Bukhari, Kitab: "Iman" (2), Bab: Termasuk bagian dari iman adalah mencintai saudaranya seperti dirinya sendiri (7))
Catatan :
(4) Artinya perbuatan-perbuatan yang baik (Shahih Al-Bukhari Tahqiq Musthafa Dib Al-Bugha 1/13)
Sumber : Kitab Al-Lu'lu wal Marjan Mutiara Hadits Sahih Bukhari dan Muslim
MENCINTAI RASULULLAH MELEBIHI CINTA KEPADA ORANG LAIN
MENCINTAI RASULULLAH MELEBIHI CINTA KEPADA ORANG LAIN
HADITS KE 27
Anas meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Tidak sempurna iman seseorang dari kalian hingga aku lebih ia cintai daripada orangtuanya, anaknya, dan manusia semuanya."
(HR. Bukhari, Kitab: "Iman" (2), Bab: Mencintai Rasulullah saw adalah bagian dari iman (8))
Sumber : Kitab Al-Lu'lu wal Marjan Mutiara Hadits Sahih Bukhari dan Muslim
HADITS KE 27
Anas meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Tidak sempurna iman seseorang dari kalian hingga aku lebih ia cintai daripada orangtuanya, anaknya, dan manusia semuanya."
(HR. Bukhari, Kitab: "Iman" (2), Bab: Mencintai Rasulullah saw adalah bagian dari iman (8))
Sumber : Kitab Al-Lu'lu wal Marjan Mutiara Hadits Sahih Bukhari dan Muslim
MERASAKAN MANISNYA IMAN
MERASAKAN MANISNYA IMAN
HADITS KE 26
Anas meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Ada tiga hal yang bila terdapat pada diri seseorang ia akan merasakan manisnya iman. Menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, mencintai seseorang karena Allah, dan benci kembali kepada kekafiran sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam neraka."
(HR. Bukhari, Kitab: "Iman" (2), Bab: Manisnya keimanan (9))
Sumber : Kitab Al-Lu'lu wal Marjan Mutiara Hadits Sahih Bukhari dan Muslim
HADITS KE 26
Anas meriwayatkan bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: "Ada tiga hal yang bila terdapat pada diri seseorang ia akan merasakan manisnya iman. Menjadikan Allah dan Rasul-Nya lebih ia cintai daripada selain keduanya, mencintai seseorang karena Allah, dan benci kembali kepada kekafiran sebagaimana ia benci untuk dilemparkan ke dalam neraka."
(HR. Bukhari, Kitab: "Iman" (2), Bab: Manisnya keimanan (9))
Sumber : Kitab Al-Lu'lu wal Marjan Mutiara Hadits Sahih Bukhari dan Muslim
RAGAM AMAL UTAMA DALAM ISLAM
RAGAM AMAL UTAMA DALAM ISLAM
HADITS KE 24
Abdullah bin Amr berkata, "Seorang lelaki bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, 'Amalan Islam apakah yang baik?' Beliau menjawab, 'Engkau memberi makan dan mengucapkan salam, baik kepada orang yang engkau kenal maupun orang yang belum engkau kenal.' "
(HR. Bukhari, Kitab: "Iman" (2), Bab: Memberi makanan bagian dari Islam (6))
HADITS KE 25
Abu Musa ra meriwayatkan bahwa para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, pemeluk Islam seperti apakah yang utama?" Beliau menjawab, "Orang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu kaum muslimin."
(HR. Bukhari, Kitab: "Iman" (2), Bab: Amalan Islam apakah yang paling utama? (2))
Sumber : Kitab Al-Lu'lu wal Marjan Mutiara Hadits Sahih Bukhari dan Muslim
HADITS KE 24
Abdullah bin Amr berkata, "Seorang lelaki bertanya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, 'Amalan Islam apakah yang baik?' Beliau menjawab, 'Engkau memberi makan dan mengucapkan salam, baik kepada orang yang engkau kenal maupun orang yang belum engkau kenal.' "
(HR. Bukhari, Kitab: "Iman" (2), Bab: Memberi makanan bagian dari Islam (6))
HADITS KE 25
Abu Musa ra meriwayatkan bahwa para sahabat bertanya, "Wahai Rasulullah, pemeluk Islam seperti apakah yang utama?" Beliau menjawab, "Orang yang lisan dan tangannya tidak mengganggu kaum muslimin."
(HR. Bukhari, Kitab: "Iman" (2), Bab: Amalan Islam apakah yang paling utama? (2))
Sumber : Kitab Al-Lu'lu wal Marjan Mutiara Hadits Sahih Bukhari dan Muslim
Langganan:
Postingan (Atom)